Breaking News

Wali kota Cimahi,Minta Pembangunan SMPN 14 Berkualitas Tinggi

 

Cimahi-Reortasenusanyaranews.com Pemerintah Kota Cimahi mulai merealisasikan pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 14 Cimahi.
Pembangunan sekolah tersebut ditandai dengan prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertama yang dihadiri langsung Wali Kota Cimahi Ngatiyana di Kelurahan Padasuka, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Kota Cimahi, jajaran Pemerintah Kota Cimahi, Dinas Pendidikan, camat dan lurah, Dewan Pendidikan, pengurus RW, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Ngatiyana menyampaikan bahwa pembangunan SMPN 14 merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
“Komitmen Pemerintah Kota Cimahi salah satunya adalah mengedepankan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pendidikan dan kesehatan,” ujar Ngatiyana.

Ia menjelaskan, pembangunan SMPN 14 sebenarnya direncanakan memiliki tiga lantai. Namun, keterbatasan kemampuan anggaran di tengah kebijakan efisiensi membuat pembangunan tahap awal baru dapat direalisasikan hingga dua lantai.

Meski demikian, Ngatiyana memastikan Pemkot Cimahi tidak berhenti pada pembangunan tahap awal. Pemerintah akan berupaya mencari dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar pembangunan lantai berikutnya dapat dilanjutkan.

“Tidak perlu malu meminta bantuan kepada pemerintah pusat maupun provinsi. Yang penting anggarannya dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Wali kota Cimahi,Ngatiyana berharap pembangunan lantai tiga dapat dilanjutkan pada 2027 sehingga fasilitas SMPN 14 dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Minta Kontraktor Utamakan Kualitas.

Di tengah kondisi anggaran yang masih menghadapi efisiensi, Ngatiyana meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan SMPN 14 tidak mengurangi kualitas pekerjaan.

Menurutnya, siapa pun kontraktor maupun pelaksana proyeknya, pembangunan harus dilakukan sesuai spesifikasi teknis dan standar yang telah ditentukan.

“Siapa pun kontraktornya, saya minta kualitasnya sesuai spek. Sekali membangun untuk selamanya, sehingga sekolah ini bisa awet dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.

Untuk memastikan proses pembangunan berjalan transparan dan sesuai ketentuan, proyek tersebut juga mendapatkan pendampingan dari Kejaksaan Negeri Kota Cimahi.

Ngatiyana meminta unsur Forkopimda turut melakukan pengawasan sesuai tugas dan kewenangannya, termasuk aspek keamanan selama proses pembangunan berlangsung.

“Mohon pengawasannya secara ketat agar pelaksanaannya berjalan lancar, tepat waktu, tepat sasaran dan tepat kualitas,” ucapnya.

Ia juga menyinggung keberadaan pepohonan besar yang memiliki nilai sejarah di sekitar lokasi pembangunan. Pemindahan maupun penanganannya diharapkan tetap memperhatikan keberadaan pohon tersebut agar tidak menghilangkan nilai historis lingkungan.

Siapkan Penambahan Sekolah Negeri.

Selain SMPN 14, Pemkot Cimahi juga tengah menyiapkan rencana pembangunan sekolah negeri lainnya untuk menjawab persoalan daya tampung peserta didik.

Ngatiyana menyebut rencana pembangunan SMPN 15 di wilayah Cibeber tetap menjadi perhatian pemerintah. Namun, pembangunan tersebut masih terkendala kesiapan lahan sehingga anggarannya untuk sementara diarahkan ke SMPN 14 yang lahannya telah siap.

“Mudah-mudahan tahun depan kita tetap membangun SMPN 15 di Cibeber,” katanya.

Pemkot Cimahi juga berharap rencana pembangunan SMPN 12 dapat berjalan tanpa kendala. Salah satu opsi lahan yang sedang dipertimbangkan berada di sekitar kawasan Mall Pelayanan Publik.

Menurut Ngatiyana, penambahan sekolah menjadi penting karena jumlah lulusan SD dengan daya tampung SMP negeri belum sepenuhnya seimbang.

Kondisi tersebut kerap menjadi persoalan setiap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), ketika jumlah calon peserta didik jauh lebih besar dibandingkan kapasitas sekolah negeri.

Read Also
Cimahi
Pengawasan Pohon Pengganti Underpass Gatsu Cimahi  Jadi Sorotan
Pengawasan Pohon Pengganti Underpass Gatsu Cimahi Jadi Sorotan
Cimahi
August 27, 2026
Berani Melapor, Bersama Lawan Aksi Premanisme
Mulyati Pastikan Puskesmas Melong Kejar Target
Pemkot Cimahi Tegaskan Tak Pernah Terbitkan Izin Pabrik Baru di Melong
Rekayasa Lalu Lintas Cimahi Mulai Lancar, Lurah Baros Apresiasi Pembukaan Dua Jalur
Puskesmas Melong Tengah Mulai Dibangun, Wali Kota Cimahi Targetkan Rampung Akhir Desember
Wali Kota Cimahi, Minta Maaf soal Kemacetan, Underpass dan Jembatan Dikebut Tanpa Korbankan Kualitas
Negeri dan Swasta Harus Berjalan Beriringan.

Ngatiyana juga mengingatkan bahwa penyelesaian persoalan daya tampung pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah negeri. Sekolah swasta, menurutnya, juga memiliki peran penting dalam menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat.

Ia mengakui masih terdapat sebagian masyarakat yang cenderung memilih sekolah negeri dibandingkan swasta. Padahal, sekolah swasta juga memiliki kualitas dan kapasitas yang dapat membantu menampung peserta didik.

Karena itu, Pemkot Cimahi berupaya menjaga keseimbangan antara sekolah negeri dan swasta.

“Sekolah negeri dan swasta harus sama-sama berjalan. Kalau tidak ada siswa, sekolah swasta juga akan kesulitan. Karena itu harus seimbang,” jelasnya.

Sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat kurang mampu, Pemkot Cimahi juga tetap menyiapkan dukungan pendidikan bagi siswa yang bersekolah di SMP swasta. Salah satunya melalui bantuan biaya SPP yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah di tengah kebijakan efisiensi.

Ngatiyana berharap dukungan tersebut dapat membantu masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan sekolah swasta dalam memberikan layanan pendidikan.

Pendidikan Jadi Investasi SDM Cimahi.

Lebih jauh, Ngatiyana menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan Kota Cimahi.

Dengan keterbatasan sumber daya alam dan luas wilayah yang relatif kecil, Cimahi dinilai harus mengandalkan kualitas sumber daya manusia sebagai kekuatan utama daerah.

“Kita tidak punya sumber daya alam yang besar, tetapi kita punya sumber daya manusia. Karena itu pendidikan harus kita kedepankan,” ungkapnya.

Ia berharap pembangunan infrastruktur pendidikan tidak hanya dipandang sebagai pembangunan gedung sekolah, tetapi sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi penerus yang memiliki kompetensi dan mampu bersaing di berbagai bidang.

Menurutnya, anak-anak Cimahi harus dipersiapkan agar memiliki ilmu dan keterampilan yang mumpuni sehingga kelak mampu menjadi pemimpin dan generasi penerus yang dapat diterima di mana pun mereka berada.

Cimahi Bersiap Bangun Sekolah Rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana juga menyampaikan rencana Pemkot Cimahi mendukung program Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari program pemerintah pusat.

Ia mengatakan, Cimahi memang memiliki keterbatasan lahan. Namun, pemerintah daerah telah berkomunikasi dengan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota terkait pemanfaatan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

“Alhamdulillah sudah ada komunikasi dan masing-masing memberikan lahan. Total lahannya sekitar 8,5 hektare,” ujarnya.

Menurut Ngatiyana, pembangunan Sekolah Rakyat tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia menyebut konsep bangunan Sekolah Rakyat yang direncanakan memiliki skala besar. Bahkan, ia membandingkannya dengan fasilitas pendidikan berasrama yang telah dibangun di wilayah Kabupaten Bandung.

Dengan berbagai pembangunan dan program pendidikan tersebut, Pemkot Cimahi berharap persoalan daya tampung sekolah secara bertahap dapat diatasi, sekaligus memastikan setiap anak di Kota Cimahi memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.

    (Adang.R)

Type and hit Enter to search

Close