Cimahi, Reportasenusantaranews.com - Ditengah derasnya hujan yang kerap mengguyur Karang Tengah, ada kisah haru yang lahir dari kepedulian.
Yayasan Sejukan Pelosok Negeri kembali menegaskan komitmennya membantu warga kurang mampu melalui program bedah rumah bertajuk Rumah Putri.
Program ini diberikan kepada seorang warga tunawicara yang selama ini bertahan hidup di rumah dengan kondisi sangat memprihatinkan.
Atap yang terbuka dan dinding yang tak lagi utuh membuat rumah tersebut tak mampu melindungi penghuninya dari panas dan hujan.
Ketua Yayasan, Ivan Ade Sofiyan, mengaku tersentuh saat melihat langsung kondisi tersebut.
“Beliau tidur dalam kondisi rumah yang terbuka, apalagi ketika hujan. Itu yang membuat kami tergerak untuk membantu dengan program bedah rumah yang kami beri nama Rumah Putri,” ujarnya.
Dengan alokasi dana sekitar Rp25 juta, rumah sederhana namun layak huni kini mulai dibangun. Bantuan itu bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan martabat bagi penerimanya.
Tak berhenti pada bedah rumah, yayasan juga aktif menjalankan program pengeboran sumur air bersih bagi warga yang kesulitan akses air.
Di wilayah Cimahi dan Bandung Barat, air umumnya dapat ditemukan pada kedalaman sekitar 35 meter. Namun jika pengeboran melebihi 60 meter, diperlukan izin khusus dari instansi terkait.
Ivan menekankan pentingnya keberlanjutan program. Ia mengungkapkan pengalaman sebelumnya, di mana sumur bantuan yang telah dibangun justru tidak dimanfaatkan dan akhirnya terbengkalai.
“Kami ingin setiap bantuan benar-benar dirawat dan digunakan dalam jangka panjang. Karena itu kami berkolaborasi dengan pihak setempat agar program tetap berjalan,” katanya.
Yayasan yang resmi berdiri pada 19 Juni 2025 ini lahir dari keinginan Ivan untuk menyalurkan sebagian hasil usahanya secara langsung dan terpantau. Ia ingin setiap bantuan tidak hanya selesai saat diresmikan, tetapi terus memberi manfaat.
Ke depan, Yayasan Sejukan Pelosok Negeri menargetkan perluasan program bedah rumah dan penyediaan air bersih ke berbagai wilayah di Jawa Barat. Harapannya sederhana namun bermakna: menghadirkan rumah yang kokoh, air yang mengalir, dan harapan yang tak lagi bocor saat hujan turun. (Adang. R)


