Cimahi, Reportase Nusantara News.Com- Pemerintah Kota Cimahi terus mempercepat upaya pembenahan infrastruktur dasar dengan mengalokasikan anggaran hampir Rp9 miliar pada tahun 2026 untuk peningkatan kapasitas drainase. Langkah ini menjadi strategi utama dalam mengatasi persoalan genangan air yang selama ini lebih banyak disebabkan oleh penyumbatan, bukan kerusakan infrastruktur.
Kadis PUPR Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, menegaskan bahwa secara umum kondisi drainase di wilayahnya masih layak digunakan. Namun, permasalahan klasik seperti sedimentasi dan sumbatan menjadi tantangan utama yang harus segera ditangani.
"Drainase di Kota Cimahi pada prinsipnya bukan rusak, tetapi banyak yang tersumbat," ujarnya.
DPUPR Cimahi telah mengidentifikasi sedikitnya 15 ruas jalan yang akan ditingkatkan kapasitas drainasenya. Upaya peningkatan dilakukan dengan mengganti konstruksi lama berbahan batu kali menjadi sistem yang lebih modern seperti u-ditch atau beton, sehingga aliran air dapat lebih optimal.
"Kurang lebih ada 15 ruas jalan yang akan kita tingkatkan kapasitas drainasenya, dengan anggaran hampir Rp9 miliar dari APBD," jelas Wilman.
Sejumlah titik prioritas tersebar di berbagai wilayah, termasuk kawasan yang sebelumnya terdampak genangan seperti Jalan Pesantren dan kawasan Pabrik Aci. Wilman mengakui, wilayah Pabrik Aci sempat mengalami banjir sehingga menjadi fokus utama perbaikan tahun ini.
"Daerah Pabrik Aci kemarin sempat banjir, jadi itu menjadi salah satu prioritas penanganan," ungkapnya. (Adang)
