Cimahi, Reportasenusantaranews.com - Anggota DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Partai Demokrat, Lilis Yusniawati, menggelar kegiatan reses masa persidangan I tahun 2026 di wilayah Kecamatan Cimahi Tengah.
Kegiatan tersebut pada Rabu, (11/3/2026) di Gg. Sudarma Rw. 09 tersebut menjadi sarana bagi wakil rakyat untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus menjalin komunikasi dengan warga di daerah pemilihannya.
Reses yang dihadiri sekitar 150 orang undangan itu berlangsung penuh antusias. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari kebutuhan infrastruktur lingkungan, pelayanan publik, hingga dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Lilis Yusniawati mengawali kegiatan dengan ungkapan syukur karena dapat melaksanakan reses dalam keadaan sehat bersama masyarakat.
Ia menjelaskan, pada masa reses kali ini dirinya tidak hanya menggelar pertemuan tatap muka, tetapi juga turun langsung menemui para pelaku UMKM di berbagai lokasi, khususnya selama bulan Ramadan.
Menurutnya, banyak pedagang kecil yang berharap pemerintah dapat menyediakan lokasi berjualan yang strategis dan ramai pengunjung.
Hal tersebut dinilai penting karena sebagian besar dari mereka menggantungkan hidup dari usaha kecil seperti berjualan makanan ringan di pinggir jalan.
“Saya banyak mendengar langsung curhatan para pedagang UMKM saat turun ke lapangan. Mereka berharap ada tempat berjualan yang benar-benar ramai pembeli, sehingga usaha kecil yang mereka jalankan bisa membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkapnya.
Selain persoalan ekonomi, warga juga menyampaikan keluhan terkait layanan BPJS Kesehatan. Beberapa warga mengaku kini kesulitan memanfaatkan layanan kesehatan karena adanya perubahan aturan yang membuat sebagian masyarakat tidak lagi dapat memperoleh layanan gratis seperti sebelumnya.
Menurut Lilis, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena di lapangan masih banyak warga yang sangat membutuhkan layanan kesehatan namun terkendala biaya.
Tak hanya itu, masyarakat juga menyinggung program makan gratis yang sedang berjalan. Warga berharap program tersebut tetap didukung, namun dengan pengawasan yang lebih ketat agar kualitas makanan, proses pengolahan, hingga penyajiannya benar-benar memenuhi standar kesehatan.
“Program ini tentu baik, tetapi pengawasannya harus ditingkatkan agar tidak menimbulkan masalah seperti yang pernah terjadi di beberapa tempat. Pengawasan mulai dari menu, pengolahan, hingga distribusi harus dilakukan secara rutin,” jelasnya.
Dalam dialog tersebut, aspirasi lain yang muncul adalah harapan orang tua agar pemerintah dapat memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Warga berharap bantuan pendidikan maupun beasiswa dapat ditambah agar siswa yang memiliki potensi tetap bisa melanjutkan pendidikan hingga jenjang lebih tinggi.
Lilis menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban anggota legislatif untuk mendengarkan langsung suara masyarakat di daerah pemilihannya.
Seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan dicatat dan dibawa ke forum pembahasan di tingkat pemerintah daerah.
“Reses ini menjadi sarana penting untuk mengetahui kondisi riil masyarakat. Semua aspirasi akan kami himpun dan diperjuangkan agar dapat masuk dalam program prioritas pembangunan Kota Cimahi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya memahami berbagai keluhan masyarakat karena berasal dari latar belakang keluarga pedagang kecil, sehingga mengetahui langsung perjuangan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Melalui kegiatan reses ini, diharapkan komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin dengan baik. Warga pun berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti demi meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat di Kota Cimahi. (Adang.R)
