![]() |
| Daeng Oktav |
Reportasenusantaranews.com, Musik - Kabar mengejutkan datang dari kubu Edane. Dua hari setelah tampil dalam pemutaran perdana film “Gelora Magnumentary Of Gedung Saparua” di CGV Grand Indonesia, Jakarta, band rock senior Tanah Air itu harus menerima keputusan berat: sang pembetot bass, Daeng Oktav, resmi mengumumkan cuti dari band.
Melalui unggahan video di akun Instagram resmi pada 8 Juni 2021, Oktav menyampaikan pengunduran dirinya untuk sementara waktu. Dengan nada tenang namun tegas, ia menyebut ada urusan mendesak yang harus ia selesaikan.
“Saya Oktav, per hari ini, mengajukan cuti bersama abang-abang saya di Edane, karena ada urusan yang harus saya bereskan. Semoga tidak menjadi kisruh dan Edane tetap edan,” ujarnya, tanpa menjelaskan detail persoalan yang dimaksud.
Pernyataan tersebut diperkuat dengan keterangan resmi dari manajemen band. Disebutkan bahwa Daeng Oktav harus cuti hingga batas waktu yang belum ditentukan karena alasan pribadi. Posisi bass untuk sementara akan dipegang oleh Hendra Zamzami, yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris tandem Eet Sjahranie.
Eet tak menampik bahwa alasan pribadi menjadi faktor utama keputusan tersebut. Bahkan ia sempat menyebut kemungkinan “hijrah” sebagai bagian dari perjalanan hidup Oktav. Sementara drummer Fajar Satritama menambahkan bahwa urusan pribadi itu membuat Oktav memilih kembali ke kampung halamannya di Makassar.
Oktav pun membenarkan. “Urusan di luar musiklah intinya, yang memang harus gue jalanin, dan cukup gue aja yang tahu,” tegasnya. Ia juga mengakui bahwa domisilinya yang tak lagi di Jakarta membuat mobilitas bersama band menjadi cukup rumit dan berpotensi membebani biaya produksi.
Secara resmi, Daeng Oktav bergabung dalam formasi Edane bersama vokalis Ervin Nanzabakri dan Hendra Zamzami saat merilis album “Edan” (2010) melalui Logiss Records. Meski proses rekaman kala itu hanya melibatkan Eet dan Fajar, formasi tersebut kemudian menjelma menjadi kekuatan panggung yang solid.
Dengan komposisi itu pula, Edane melibas berbagai festival rock bergengsi seperti Hammersonic Festival, Rockinland Festival, hingga Jogjarockarta Festival.
Terbentuk sejak 1992, Edane dikenal luas lewat lagu-lagu seperti “Ikuti”, “Pancaroba”, “The Beast”, hingga “Kau Pikir Kaulah Segalanya”. Mereka telah merilis enam album studio, termasuk “The Beast” (1992), “Jabrik” (1994), “Borneo” (1996), “170 Volts” (2002), “Time to Rock” (2005), dan “Edan” (2010).
Terakhir, pada 2020, Edane merilis single “Si Bangsat (Sesuka Lo)” berkolaborasi dengan Bagus Dhanar Dhana dari NTRL membuktikan bahwa semangat mereka tetap menyala di tengah perubahan zaman.
Kepergian sementara Daeng Oktav jelas meninggalkan ruang kosong. Namun bagi Edane, badai bukan hal baru. Seperti pekik mereka sendiri: Hail Edan! Band ini tampaknya akan terus melaju, dengan atau tanpa formasi lengkapnya. **
